KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia, Ini Sakit yang Dideritanya

Fitri Haryanti Harsono

Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada laman Twitter miliknya, Kamis, 16 Maret 2017. Hasyim Muzadi meninggal dunia sekitar pukul 06.15 WIB.

Salah satu penyebab kesehatan KH Hasyim Muzadi menurun dikarenakan sesak napas akibat dahak dari batuk yang dialaminya. Keterangan tersebut disampaikan Ketua Tim Dokter yang menangani Kiai Hasyim, dr Hariadi Moeljosoedirjo, pada Rabu, 15 Maret 2017.

Dahak yang berada di tenggorokan Hasyim Muzadi tersumbat sehingga Kiai yang dikenal moderat dan nasionalis itu mengalami sesak napas.

Dahak berperan melumasi lapisan lembut dalam sistem pernapasan. Tanpa dahak, udara yang dihirup terasa sangat tidak nyaman.

Namun, produksi dahak yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bernapas dan tidak nyaman.

Seperti yang dialami Hasyim Muzadi, dahak yang tersumbat dapat menumpuk di paru-paru dan tenggorokan. Penumpukan dahak dapat terasa menyakitkan, menurut ditulis dari Livestrong, Kamis (16/3/2017).

Warna dahak yang muncul berwarna kuning atau hijau. Bahkan dahak yang sangat tebal dapat menunjukkan adanya infeksi bakteri. Selain pemicu produksi dahak dari batuk, bronkitis (infeksi saluran pernapasan) dapat juga memengaruhi produksi dahak yang berlebihan.

Bronkitis terjadi ketika lapisan tabung bronkial meradang, yang akan memicu dahak berlebihan dan sesak napas.

Cara mengatasi dahak

Cara mengatasi dahak dapat memasang humidifier (alat memperbaiki kualitas udara). Penggunaan semprotan saline nasal untuk menghilangkan dahak yang tersumbat dan melancarkan saluran hidung.

Infeksi bakteri yang menghasilkan dahak berwarna dapat memerlukan pengobatan antibiotik. Namun, cara lain untuk mengatasi dapat melalui penyedotan dan menyarankan pasien lebih banyak beristirahat.

Cara inilah yang ditempuh tim dokter yang menangani Hasyim Muzadi.

Tim dokter menyedot dahak agar Hasyim Muzadi dapat bernapas normal meskipun dalam perawatannya, sang Kiai dibantu dengan selang oksigen.

Beristirahat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan produksi dahak berlebihan, ditulis dari Med Health Daily.

Peningkatan kekebalan dapat mengurangi iritasi dan dahak di tenggorokan. Cara ini termasuk salah satu cara terbaik untuk mengurangi permasalahan pada dahak.


Sumber : Liputan6.com

Subscribe Our Newsletter

Newsletter CBN akan dikirimkan setiap hari Rabu. Newsletter dikirimkan dalam format HTML sebesar 70 - 80 KB.